Jumat, 04 November 2016

TEORI - TEORI ETIKA BISNIS


1. Pendahuluan teoritika etika bisnis

TEORI-TEORI ETIKA BISNIS

1. Pengertian Etika
Etika berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai :
  1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
  2. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
  1. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
  2. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
  3. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.

2. Tiga Norma Umum
Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Macam Norma :
Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.
Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama
Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.
Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :
  1. Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
  1. Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri.
  2. Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense).
a. Etika Teologi
Etika Teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.
b. Teori Deontologi
Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.

Bisnis Sebuah Profesi Etis


1.    Etika Terapan
       Secara umum kita dapat membagi etika menjadi etika umum dan etika khusus. Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normative, dan semacamnya. Etika umum sebagai ilmu atau filsafat moral dapat dianggap sebagai etika teoritis, kendati istilah ini sesungguhnya tidak teat karena bagaimanapun juga etika selalu berkaitan dengan perilaku dan kondisi praktis dan actual dari manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak hanya semata-mata bersifat teoritis.
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu. Dengan kata lain,  etika sebagai refleksi kritis rasional meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri kepada norma dan nilai moral yang ada disatu pihak dan situasi khusus dari bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini etika tidak lagi sekedar meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia begitu saja, melainkan meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia dalam bidang kehidupan dan egiatan khusus tertentu. Etika khusus dibagi lagi menjadi tiga, yaitu etiak individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup.
2.    Etika Profesi
Karena etika bisnis termasuk dalam etika profesi, ada baiknya kita perlu meninjau terlebih dahulu etika profesi itu. Ini akan ssangat membantu kita untuk memahami apa maksudnya bisnis sebagai sebuah profesi yang etis. Sejauh mana bisns sebagai sebuah profesi ikut menciptakan kondisi dan citra yang etis bagi profesi bisnis ini. Namun sebelum kita menyinggung secara sekilas beberapa prinsip etika profesi pada umumnya, ada baiknya kita tinjau terlebih dahulu pengertian profesi itu sendiri serta beberapa ciri profesi.
a)        Pengertian Profesi
                Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan nilai yang tinggi dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Dengan demikian orang professional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Dengan kata lain, orang professional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjaan tersebut.
b)        Ciri-Ciri Profesi
Pertama, adanya keahlian dan ketrampilan khusus. Profesi selau mengandaikan adanya keahlian dan ketrampilan khusus tertentu yang dimiliki oleh sekelompok orang yang professional untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Keahlian dan ketrampilam khusus ini umumnya dimiliki dengan kadar, lingkup, dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan orang kebanyakan lainnya. Ini berarti orang professional itu lebih ahli dan trampil dalam bidang profesinya dari pada orang-orang lain.
Kedua, adanya komitmen moral yang tinggi. Komitmen moral ini biasanya dituangkan, khususnya untuk  profesi yang luhur, dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan.
Ketiga, biasanya orang yang  professional adalah orang yang hidup dari profesinya. Ini berarti dia hidup sepenuhnya dari profesi ini dan profesinya telah membentuk identitas orang tersebut.
Ciri keempat, pengabdian kepada masyarakat. Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa  orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan dan mengutamkan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.
Kelima, pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi  tersebut. Karena setiap profesi, khususnya profesi luhur, menyangkut kepentingan orang banyak, dan terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan berupa keselamtan, keamanan, kelangsungan hidup, kesehatan, dan sebagainya maka untuk menjalankan suatu profesi yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak itu diperlukan izin khusus. Izin  khusus ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak becus.
3.    Menuju Bisnis sebagai Profesi Luhur
Baru belakangan ini bisnis dianggap sebagai sebuah profesi. Bahkan belakangan ini, bisnis seakan memonopoli sebutan profesi, tetapi sekaligus juga menyebabkan pengertian profesi menjadi rancu atau kehilangan pengertian dasarnya. Ini karena bisnis modern mensyaratkan dan menuntut para pelaku bisnis untuk menjadi orang yang professional.
Berdasarkan pengertian profesi yang menekankan pada keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta komitmen  moral yang mendalam, maka jelas kiranya bahwa pekerjaan yang kotor tidak akan disebut sebagai profesi. Karena itu sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kendati kata profesi, professional, ddan profesionalisme sering begitu diobaral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun pihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan  bisnisnya sebagai sebuah profesi dalam pengertiannya sebagaimana kita jelaskan diatas. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen morak yang mendalam. Karena itu, bukan tiddak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah professi dalam pengertiannya yang sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
a)        Pandangan Praktis-Realistis
Dalam pandangan ini ditegaskan secara jelas bahwa tujuan utama bisnis, bahkan tujuan satu-satunya adalah mencari keuntungan. Bisnis adalah suatu kegiatan profit-making. Dasar pemikirannya adalahh bahwa orang yang terjun ke dalam bisnis tidak punya keinginan dan tujuan lain selain ingin mencari keuntungan . kegiatan bisnis adalah kegiatan ekonomis dan bukan kegiatan sosial. Karena itu, keuntungan itu sah untuk menunjang kegiatan bisnis. Tanpa keuntungan bisnis tidak dapat jalan.
b)        Pandangan Ideal
Menurut pandangan ini, bisnis tidak lain adalah suatu kegiatan diantara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pandangan ini tidak menolak bahwa keuntungan adalah tujuan utama bisnis. Tanpa keuntungan bisnis tidak bisa bertahan. Namun keuntungan hanya dilihat sebagai konsekuensi logis dari kegiatan bisnis. Yaitu, bahwa dengan memenuhi kebutuhan masyarakat secara baik, keuntungan akan datang dengan sendirinya. Masyarakat akan merasa terikat membeli barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang memenuhi kebutuhan mereka dengan mutu dan harga yang baik itu.

Bisnis dan Etika


1.         Mitos Bisnis Amoral
Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.

  • Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat.
  • Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi).
  • Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.
  • Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.
  • Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral.
2.         Keuntungan dan Etika
Beberapa argument yang dapat diajukan untuk menunjukkan bahwa justru demi memperoleh keuntungan etika sangat dibutuhkan, sangat relevan, dan mempunyai tempat yang sangat strategis dalam bisnis dewasa ini.
  • Pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang professional dibidanngnya.
  • Pelaku bisnis modern sangat sadar bahwa konsumen adalah benar-benar raja.
  • Dalam system pasar terbuka dengan peran pemerintah yang bersifat netral tak berpihak tetapi efektif menjaga agar kepentingan dan hak semua pihak dijamin, para pelaku bisnis berusaha sebisa mungkin untuk menghindari campur tangan pemerintah.
  • Perusahaan-perusahaan modern juga semakin menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang siap untuk diekploitasi demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

3.         Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
Tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis:
  • Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.
  • Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau karyawan, dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar atau praktek bisnis siapa pun juga.
  • Etika bisnis juga membicarakan mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.

4.         Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Beberapa prinsip umum dalam etika bisnis antara lain:
a)        Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
b)        Prinsip Kejujuran
Prinsip ini merupakan prinsip paling problematic karena masih banyak pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatan bisnisnya pada tipu-menipu atau tindakan curang.
c)         Prinsip Keadilan
Yaitu menuntut setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
d)        Prinsip Saling Menguntungkan
Yaitu menuntut agar setiap bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
e)        Prinsip Integritas Moral
Yaitu dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan.

5.         Etos Bisnis
Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain.
6.         Relativitas Moral dalam Bisnis
Tiga pandangan yang dianut, yaitu:
a)        Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
b)        Norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
c)        Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali.


sumber :

Minggu, 26 Juni 2016

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Guna Rancangan Usulan Penelitian

Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis minsalnya:
a.Skripsi
b.Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.Karangan ilmiah
d.Tesis magister/disertasi doctor
e. Laporan proyek

Bentuk Dan Isi Usulan Penelitian

Format proposal penelitian yang diajukan untuk kepentingan penulisan Skripsi Sarjana Universitas Jenderal Soedirman termasuk Jurusan Ilmu Komunikasi adalah sbb :

A.   Judul Penelitian.
Judul penelitian adalah nama topik penelitian dalam sebuah struktur kalimat tunggal yang substansial, singkat, padat dan jelas inti isi pokok masalah, dan kalau perlu menyebut tempat dan waktu penelitian.

B.   Latar belakang masalah.
Memuat antara lain ; issu sentral yang berhubungan dengan topik ; apa yang mendorong peneliti tertarik sehingga memilih masalah ini ; arti penting ( urgensi ) dari masalah yang hendak diteliti ; pemanfaatan data empirik ; pengungkapan variabel-variabel yang berhubungan dengan issu sentral tersebut.

C.   Perumusan masalah.
Mengungkap resume diskusi pada latar belakang, resume dipertajam, diakhiri dengan formulasi pertanyaan penelitian.

D.  Tujuan penelitian.
Memuat tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian yaitu : mengetahui, memahami, menjelaskan, membedakan, menghubungkan dan menganalisis yang dikaji dalam penelitian.

E.   Manfaat penelitian.
·         Manfaat teoritis yaitu mengembangkan ilmu yang bersangkutan.
·         Manfaat praktis yaitu untuk rekomendasi terapan kebijakan.

F.   Tinjauan pustaka dan kerangka teoritik
1)   Tinjauan pustaka.
Memuat dan merangkum telaah pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian. Artinya, kita mempelajari hasil-hasil penelitian terdahulu ( yang tema atau kajiannya hampir sama ), menelaah literatur yang relevan, mengkaji jurnal-jurnal penelitian dan sebagainya.
Langkah selanjutnya adalah membuat catatan seperlunya mengenai penelitian-penelitian yang pernah dilakukan atau perkembangan teori yang ada. Dengan tinjauan pustaka ini pembaca bisa mengetahui posisi penelitian yang kita lakukan. Apakah bersifat pengulangan dengan penekanan pada aspek yang lain, apakah melanjutkan penelitian terdahulu guna menjawab masalah yang belum terpecahkan, atau, membuat penelitian yang benar-benar “ baru “ dalam arti belum pernah dilakukan sebelumnya.

2)   Kerangka teoritik.
Di bagian ini peneliti diminta mengemukakan teori-teori tertentu, pendapat-pendapat atau pandangan-pandangan mengenai persoalan dan atau gejala-gejala yang hendak diteliti. Proposisi-proposisi asumtif serta keterangan-keterangan atau pemikiran-pemikiran lain, termasuk yang berasal dari peneliti sendiri sangat berguna, dalam hal ini tidak perduli apakah penelitian ini bersifat kuantitatif dengan maksud penggalian, penggambaran ataukah penjelasan hubungan antar gejala    ( pengujian hipotesa ). Dalam penelitian bersifat kualitatif maka seyogyanya peneliti mengemukakan temuan penelitian yang sudah ada sebelumnya dengan mengemukakan beberapa catatan/komentar seperlunya. Pemanfaatan buku-buku atau sumber-sumber lain yang relevan sangat penting untuk kepentingan ini.

G.  Hipotesis.
Dalam suatu penelitian, hipotesa tidak harus selalu ada, tetapi apabila oleh peneliti dirasakan perlu ada ( jenis eksplanatif ), maka hipotesis ini tidak lain adalah jawaban teoritis, dugaan dengan berdasar teori dan atau pemikiran-pemikiran tertentu sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian terutama masalah yang telah dirumuskan. Sudah pasti hipotesa ini nantinya akan diadu/diuji dengan data empirik yang merupakan bukti temuan lapangan. Tidak menjadi persoalan apakah hipotesa ini diterima ( diperkuat dengan bukti/data lapangan ) ataukah ditolak ( tidak memperoleh penguatan/bukti data lapangan ), yang lebih dipentingkan dalam hubungan ini adalah kejelasan tentang tingkat signifikasi dari penerimaan/penolakan tersebut serta keterangan atau catatan peneliti walau agak bersifat spekulatif tentang alasan kenapa hipotesa tersebut diterima atau ditolak.

H.  Definisi konsepsional dan operasional.
1)   Definisi konsepsional adalah pernyataan yang dapat mengartikan atau memberikan makna suatu variabel yang hendak diteliti. Tujuan dari perumusan definisi konsepsional adalah agar terdapat kesamaan persepsi tentang suatu variabel antara peneliti dan pembaca proposal penelitian. Rumusan variabel ini hendaknya yang telah umum di pakai dengan menunjuk pada kamus, ensikopedi, atau penelitian-penelitian yang telah terdahulu.
Contoh, definisi konsepsional untuk variabel status sosial ekonomi adalah suatu kedudukan yang diatur secara sosial menempatkan seseorang pada posisi tertentu di dalam struktur sosial masyarakat. Pemberian posisi ini disertai pula dengan seperangkat hak dan kewajiban yang harus dimainkan oleh pembawa status.
2)   Definisi operasional merupakan cara penulisan taktis agar konsep bisa berhubungan dengan praktek, dengan kenyataan, atau dengan fakta, sesuai dengan namanya, tulisan definisi ini menyatakan kesiapan untuk dioperasikan                         ( operasionalisasi ).
Contoh definisi operasional untuk variabel status sosial ekonomi di atas adalah “ suatu kedudukan seseorang dalam struktur masyarakat yang dilihat dari pendidikan, pekerjaan, dan penghasilannya “.

I.     Metodologi.
Terdapat dua format metodologi, yang pertama format metodologi dengan pendekatan penelitian kuantitatif yang kedua format metodologi dengan pendekatan penelitian kualitatif.
1.   Metodologi ( Kuantitatif )
a)    Metode penelitian
·         Sasaran penelitian, menunjukan unit analisis atau responden yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian.
·         Lokasi penelitian, menunjukan tempat penelitian itu dilaksanakan.
·         Metode penelitian, menjelaskan metode yang akan digunakan dalam penelitian bersangkutan.
·         Variabel yang akan diteliti, memuat uraian mengenai macam dan jumlah variabel yang akan digunakan dalam penelitian tersebut.
·         Teknik pengambilan sampel, memuat cara atau metode pengambilan sampel.
·         Metode pengumpulan data, menjelaskan bagaimana cara/metode data dalam penelitian tersebut dikumpulkan.
·         Sumber data, menjelaskan dari mana data penelitian tersebut diperoleh dan jenis data apa yang digunakan.
b)    Metode analisis, memuat rumus-rumus, model-model analisis yang akan digunakan dalam penelitian, cara pengujian hipotesis dan kriteria penerimaan hipotesis.

2.   Metodologi ( kualitatif )
a)    Model penelitian.
Jelaskan model penelitian kualitatif yang akan diterapkan. secara garis besar model penelitian kualitatif meliputi :
·         Etnografi, memusatkan pada kajian latar ( setting ) penelitian tunggal, yaitu budaya atau konteks yang asing atau bukan konteks penelitinya.
Dalam perkembangannya muncul Etnometodologi, yaitu etnografi yang diarahkan pada studi mengenal masyarakat yang juga bagian dari masyarakat modern seperti yang dimiliki penelitinya.
·         Mikroetnografi, merupakan pendekatan etnografi tetapi sasarannya sangat terbatas, misalnya pada konteks yang sangat kecil atau khusus.
·         Studi kasus, membatasi studi pada kekhususan konteks dengan karakteristik dan keterbatasannya       ( wilayah ).
Model ini terbagi dalam dua model utama dengan dua variasi. Dikenal model studi kasus tunggal (bilamana kasusnya hanya satu ) dan kasus ganda ( bila kasusnya lebih dari satu ).
Kedua model kasus tersebut masih dibedakan lagi dalam dua variasi, yaitu bentuk holistik dan pendekatan terpancang. Dengan demikian, secara lengkap bisa dikatakan :
Ø  Kasus tunggal holistik dan kasus tunggal terpancang.
Ø  Kasus ganda holistik dan kasus ganda terpancang.
Perbedaan antara holistik dan terpancang.
ü  Bilamana kita sudah menentukan variabel utama yang akan menjadi fokus studi pada saat menyusun proposal maka studi tersebut merupakan kasus terpancang.
ü  Pada kasus holistik, fokus studi akan ditentukan setelah peneliti menelusuri cukup lama di lapangan studi dan menemukan hal yang sangat menarik dan dipandang sebagai sangat penting untuk dijadikan fokus dalam laporannya.
·         Bentuk pendekatan kritik, yaitu studi yang mengungkap makna sesuatu       ( karya, peristiwa, atau kondisi sesuatu ), dengan menggunakan pendekatan yang menggunakan struktur kritik seni.

b)    Teknik pengumpulan data.
·         Jenis data :
Data kualitatif yang mampu mendeskripsikan suatu proses. Data kuantitatif bisa dimanfaatkan bilamana memang diperlukan sebagai dukungan deskripsi. Karena penelitian ini mementingkan proses dan makna, maka rumusan pertanyaan, selain menanyakan mengenai apa, juga cenderung mementingkan pertanyaan mengenai mengapa dan bagaimana.
·         Rumusan mengenai beragam sumber data yang akan di manfaatkan didalam penelitian yang meliputi : peristiwa, benda, orang ( informan ) dan tempat serta dokumen atau arsip.
·         Teknik pengumpulan data yang terpenting meliputi : observasi berperan ( spradley, 1980 ), interview mendalam dan dilengkapi dengan catatan dokumen ( conten analysis ).
·         Pengembangan validitas datanya biasanya menggunakan triangulasi yang meliputi triangulasi sumber         ( data ), peneliti, metode dan teori        ( patton, 1980 ). Disamping itu masih terdapat beberapa cara lain guna meningkatkan validitas data. Antara lain, informant check.
·         Model analysis penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Analysis biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, atau dilakukan dilapangan. Model analysis yang biasanya digunakan meliputi :
Ø  Analysis mengalir ( jalinan ), dimana tiga komponen analysis (reduksi data, sajian data, dan penerikan kesimpulan) dilakukan saling menjalin dalam proses pengimpulan data.
Ø  Analysis interaktif, reduksi dan sajian sementara dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, dan bila pengumpulan data sudah berakhir maka tiga komponen analysis tersebut berinteraksi dengan proses pengumpulan data sebagai proses siklus. ( Miles & Huberman, 1984 )
J.   Daftar pustaka.
( Susunan daftar pustaka bisa dilihat tekniknya pada petunjuk tata tulis ).
K.  Lampiran.
Berupa rancangan Kuesioner bila menggunakan metode survei ( kuantitatif ) atau berupa rancangan daftar pertanyaan bila menggunakan pendekatan kualitatif sebagai alat dalam interview mendalam.

Sumber:
http://stiebanten.blogspot.com/2011/06/format-proposal-usulan-penelitian.html
http://www.hanyacontoh.com/2014/07/contoh-laporan-penelitian-sederhana.html
http://syaffiera.blogspot.co.id/2015/05/rancangan-usulan-penelitian.html

Senin, 16 Mei 2016

LANDASAN TEORI PENGARUH CELEBRITY ENDORSER TERHADAP MINAT BELI


         Bintang Iklan ( Celebrity Endorser)


Selebriti biasanya digunakan untuk menarik perhatian khalayak dan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran produk. Penggunaan selebriti dalam mendukung iklan suatu produk, membuat pemasar harus rela membayar tinggi selebriti yang banyak disukai oleh masyarakat. Penggunaan selebriti sendiri biasanya menimbulkan kesan bahwa konsumen yang selektif dalam memilih dan meningkatkan status dengan memiliki apa yang digunakan oleh selebriti. Endorser dipilih karena dapat lebih akrab dengan konsumen karena mereka merasa memiliki kesamaan konsep diri yang aktual (actual self concept) , nilai - nilai yang dianut, kepribadian, gaya hidup (life style), karakter demografis, dan sebagainya.
Endorser adalah pendukung iklan atau juga yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang diiklankan. Endorser dibagi menjadi dua jenis yaitu Typical Person Endorser, adalah memanfaatkan beberapa orang yang bukan dari kalangan selebritis untuk menyampaikan pesan mengenai suatu produk dan Celebrity Endorser adalah orang yang telah terkenal yang dapat mempengaruhi orang lain karena prestasinya (Terence A. Shimp,2003). Kedua jenis endorser diatas memilih karakteristik dan atribut yang sama hanya saja dibedakan dalam penggunaan orang yang berada didalamnya sebagai pendukung, apakah orang yang digunakan sebagai endorser tokoh terkenal atau tidak. Dalam penelitian ini, pembahasannya hanya difokuskan pada penyampaian pesan menggunakan orang – orang terkenal ( Celebrity Endorser ) saja.
Dalam penggunaanya kaum selebritis diasumsikan lebih kredibel daripada non-selebriti, baik dari segi penampilan fisik dan karakter non-fisik selebriti membuat sebuah iklan lebih menarik dan disukai oleh konsumen. Kepopuleran, citra, dan performa dari selebritis itu sendiri dapat lebih menarik perhatian target market untuk menyaksikan iklan yang dapat mempengaruhi presepsi target audien untuk membuat keputusan dalam melakukan pembelian (Mc Cracken,2006). Atribut dasar yang berpengaruh pada afektifitas pendukung ialah daya tarik. Daya tarik bukan hanya berarti daya tarik fisik tetapi meliputi sejumlah karakter yang dapat dilihat khalayak dalam diri pendukung seperti kecerdasan, sifat – sifat kepribadian, gaya hidup, pstur tubuh, dan lain sebagainya. Beberapa karakteristik bintang iklan atau celebrity endorser antara lain (Shimp, 2003) :
a.         Keahlian (Expertise) mengacu pada pengetahuan, pengalaman, atau keterampilan yang dimiliki oleh seorang pendukung yang berhubungan dengan topic iklannya.
b.         Kepercayaan (Trustworthiness) mengacu pada kejujuran, integritas dan dapat dipercayai khalayak sebagai seorang sumber.
c.         Daya tarik (Attractiveness) bukan hanya daya tarik fisik melainkan sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak dalam diri pendukung; sifat – sifat kepribadian, gaya hidup, keatletisan tubuh dan lain sebagainya

Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal, karena daya jangkaunya yang luas. Iklan yang disenangi oleh konsumen terlihat menciptakan sikap merek yang positif dan keinginan untuk membeli yang lebih ketimbang iklan yang mereka tidak sukai (Peter & Olson, 2009). Penggunaan narasumber sebagai figur penarik perhatian dalam iklan merupakan salah satu cara kreatif untuk menyampaikan pesan (Keller, 2012). Pesan yang disampaikan oleh narasumber yang menarik akan lebih mudah dan menarik perhatian konsumen.
Selebriti biasanya digunakan untuk menarik khalayak dan meningkatakan awareness suatu produk. Pemasar mengharapkan presepsi konsumen terhadap produk tersebut akan berubah. Penggunaan selebriti menimbulkan kesan bahwa konsumen selektif dalam memilih dan meningkatkan status dengan memiliki apa yang digunakan oleh selebriti tersebut. Pemasang iklan harus sangat berhati-hati dalam melakukan pemilihan endorser (Belch dan Belch,2001, dalam Kharis,2012). Masing-masing faktor yang memiliki mekanisme yang berbeda di dalamnya dapat mempengaruhi sikap konsumen , yaitu:
a.         Source Credibility, menggambarkan presepsi konsumen terhadap keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang relevaan yang dimiliki oleh seorang endorser mengenai produk yang diiklankan serta kepercayaan konsumen terhadap endorser untuk memberikan informasi yang tidak biasa dan obyektif.
b.         Source Atractiveness, endorser dengan penampilan fisik yang baik atau karakter non fisik yang menarik dapat menunjang iklan dan dapat menimbulkan minat audience untuk menyimak iklan.
c.         Source Power, adalah kharisma yang dipancarkan oleh narasumber sehingga dapat mempengaruhi, pemikiran, sikap atau tingkah laku konsumen karena pernyataan atau pesan endorser tersebut.

Tugas utama para endorser ini adalah untuk menciptakan hubungan yang baik antara endorser dengan produk yang diiklankan sehingga timbul sikap yang positif dalam diri konsumen, sehingga iklan dapat menciptakan citra yang baik pula di mata konsumen. Iklan merupakan elemen yang penting dan saling berpengaruh dalam menanamkan brand awarness kepada konsumen, seiring dengan ciri fisik dan kualitas produk yang mengikuti suatu brand tertentu (Temporal & Lee,2010;).
Konsumen saat ini sering memandang suatu merek atau brand sebagai salah satu hal yang sangat penting dalam melakukan keputusan pembelian, brand merupakan suatu nilai tambah bagi suatu produk. Asosiasi yang positif antara selebriti dengan produk di dalam iklan dapat mempengaruhi minat konsumen pada produk secara efektif. Perusahaan pembuat iklan biasanya dapat menciptakan hubungan antara endorser dengan produknya, sehingga citra yang baik dari endorser dapat mempengaruhi secara positif produk yang diiklankan. Selebritis memiliki kharisma yang dapat mempengaruhi konsumen karena status mereka sebagai role model. Penggunaan selebriti yang cocok dan tepat sehingga citra yang baik dari selebriti dapat membentuk citra yang baik pula bagi merek produk (Byrne, Whitehead, dan Breen,2010) .


         Minat Beli (Purchase Intention)


Purchase Intention merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian (Assael,2008). Minat beli sebagai perilaku transaksi konsumen yang cenderung menunjukkan setelah mengevaluasi produk, dan reaksi konsumen diadopsi untuk produk untuk mengukur kemungkinan pembelian konsumen (Schiffman dan Kanuk (2000) dalam Wang (2012). Purchase Intention didefinisikan sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat konsumen melakukan pembelian (Mehta,2008). Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa minat beli konsumen adalah suatu keinginan konsumen untuk membeli suatu barang setelah melakukan pengamatan tentang barang tersebut.
Minat beli konsumen atau purchase intention juga dapat di definisikan sebagai sikap konsumen terhadap merek yang dihadapkan pada aspek kognitif dan afektif produk tersebut, minat beli kosumen cenderung pada aspek kognitif sikap yang posotif menghasilkan purchase imtention yang positif pula (Belch and Belch, 2001 dalam Ward, 2006)
Minat beli merupakan kecenderungan dari masing-masing konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan prilaku pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian terhadap produk (Karim, 2009). Dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana-rencana konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan konsumen pada periode tertentu (Karim, 2009) selain itu juga minat beli merupakan suatu pernyataan mental dari konsumen yang merefleksikan rencana pembelian produk dengan merek tertentu. Tumbuhnya minat beli seseorang diakibatkan oleh unsur-unsur yang terdiri dari tiga tahapan (Bearman, 2008)  :
a.         Rangsangan, merupakan suatu syarat yang ditunjukan untuk mendorong terjadinya sesuatu tindakan atau menyebabkan seseorang untuk melakukan suatu tindakan
b.         Kesadaran merupakan sesuatu yang dapat memasuki pikiran seseorang dan biasanya dipengaruhi oleh produk dan jasa itu sendiri.
c.         Pencarian informasi, yaitu informasi intern yang bersumber dari data pribadi konsumen itu sendiri dalam memilih suatu produk ataupun jasa yang dapat memberikan kepuasan kepada dirinya, Informasi ekstrn yang diperoleh dari luar konsumen yaitu, misalnya melalui iklan ataupun sumber sosial (teman,keluarga,dan, kolega), hal ini dapat memastikan sifat yang khas dari pemilihan yang ada, yaitu konsumen membandingkan beberapa produk sejenis yang mampu memuaskannya. 

Kamis, 21 April 2016

11 MANFAAT JUS MANGGA

Siapa sih yang tidak kenal dengan buah mangga? Buah yang dianggap sebagai salah satu buah yang nikmat dan enak di ini banyak ditemukan di negara Indonesia, karena pohon mangga merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur pada daerah beriklim tropis. Karena merupakan jenis buah musiman yang hanya ada dan berbuah pada saat tertentu saja, mangga menjadi buah yang dirindukan kehadirannya oleh para penggemarnya. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, buah mangga juga dapat diolah menjadi sejumlah hidangan yang nikmat seperti jus mangga, puding mangga, salad buah, smoothie, campuran rujak buah dan hasil olahan lainnya. Dengan demikian, penggemar buah mangga tidak akan merasa bosan ketika mengkonsumsinya.

Namun, hasil olahan mangga yang biasa dikonsumsi yaitu jus mangga segar. Pasalnya, mengkonsumsi jus mangga merupakan cara yang praktis dan cepat bagi orang yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mengkonsumsinya secara langsung. Dengan mengkonsumsi buah mangga dalam olahan jus, tubuh akan lebih cepat menyerap kandungan nutrisi di dalamnya. Dikarenakan, tubuh tak perlu bekerja keras untuk menyerap nutrisi dalam bentuk cairan.

Sama seperti buah jeruk, mangga juga terkenal akan kandungan vitamin C yang dimilikinya. Tak hanya vitamin C, mangga juga mempunyai kandungan nutrisi lainnya seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, kalium, zat besi, serat, karbohidrat, antioksidan, asam folat dan masih banyak kandungan nutrisi lainnya. Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa semua nutrisi yang terdapat di dalam buah mangga akan mudah terserap oleh tubuh jika dikonsumsi dalam bentuk cairan, yaitu dalam olahan jus mangga segar.
Sebagai informasi pelengkap, pada artikel ini juga akan diulas informasi mengenai manfaat jus mangga. Sesuai dengan apa yang dikutip dari situs manfaatbuahalami.com, adapun manfaat jus mangga yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :

11 Manfaat Jus Mangga

  1. Mengatasi Penyakit Kanker
    Sama seperti buah-buahan lainnya, mangga juga merupakan buah yang mempunyai kandungan antioksidan tinggi. Tak hanya kandungan antioksidan, semua senyawa yang terdapat di dalamnya juga ramah dengan usus organ-organ tubuh serta dapat mengatasi penyakit kanker, seperti kanker darah, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.
  2. Menjaga Performa Kardio Tubuh
    Mengkonsumsi jus mangga secara rutin berkhasiat untuk menjaga performa kardio tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan dapat membantu proses penyerapan nutrisi dengan lebih baik.
  3. Menstabilkan Kadar Gula pada Tubuh
    Kandungan serat pangan dan gula alami yang terdapat di dalam jus mangga sangat aman untuk dikonsumsi penderita penyakit diabetes.
  4. Mencegah dan Mengatasi Anemia
    Di dalam jus mangga terdapat kandungan zat besi yang cukup banyak. Dengan mengkonsumsi jus mangga secara rutin dapat mencegah dan mengatasi penyakit anemia karena kandungan zat besi di dalamnya berfungsi untuk memproduksi sel-sel darah merah.
  5. Melancarkan Sistem Pencernaan
    Kandungan serat pangan yang terdapat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk melancarkan sistem pencernaan serta dapat menyehatkan organ-organ pencernaan, sehingga tubuh terbebas dari masalah gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir dan susah buang air besar.
  6. Menjaga Kesehatan Mata
    Jus mangga memiliki kandungan vitamin A yang terbukti baik untuk menjaga kesehatan mata, sehingga mata akan menjadi segar, penglihatan menjadi tajam dan terhindar dari gangguan penyakit mata.
  7. Menjaga Kesehatan Kulit
    Kandungan vitamin C dan vitamin E yang terdapat di dalam jus mangga mempunyai kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit untuk kulit yang lebih sehat, halus, lembab, cerah dan kencang. [1]
  8. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
  9. Semua kandungan nutrisi dan senyawa yang ada di dalam jus mangga berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah sehingga terhindar dari resiko terkena hipertensi, penyakit jantung dan stroke.
  10. Menambah Energi
    Apabila merasa lemas dan lelah saat beraktivitas sebaiknya konsumsilah jus mangga karena di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat kompleks yang berguna untuk menambah energi yang diperlukan oleh tubuh saat beraktivitas.
  11. Menyehatkan Otak dan Tubuh
    Manfaat jus mangga lainnya adalah dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat serta kandungan asam folat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk menyehatkan otak dan dapat meningkatkan kinerja otak.
Untuk mendapatkan semua manfaat dari jus mangga ini, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsinya tanpa gula tambahan. Kandungan gula alami yang terdapat di dalamnya sudah dapat membuat jus ini terasa manis.

Tips Mengatasi Jerawat Membandel Secara Alami, Cepat Dan Efektif

Bagi anda yang menderita jerawat yang membandel berikut ini cara menghilangkan jerawat membandel yang bisa anda coba :

#1 Menggunakan Es Batu

Es batu berperan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada area sekitar jerawat sekaligus membantu mengecilkan pori-pori pada kulit, membunuh bakteri penyebab jerawat, menghilangkan kotoran pada kulit dan menghilangkan minyak berlebih yang menumpuh pada kulit.

Cara Mengatasi Jerawat Dengan Es Batu
  • Siapkan es batu secukupnya
  • Bungkus menggunakan kain yang bersih
  • Tempelkan pada area wajah yang berjerawat secara merata
  • Tahan selama beberapa menit dan lepaskan ketika sudah tak bisa menahan rasa dinginnya
  • Ulangi lagi terus proses tersebut selama berkali-kali sekitar 10-20 kali
  • Lakukan cara ini dengan rutin hingga jerawat benar-benar sembuh

#2 Menggunakan Madu

Madu memang mmeiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh yang tak bisa diragukan lagi. Madu juga mengandung antibiotik yang sangat tinggi. Madu dapat mencegah infeksi menyebar yang berakibat meradangnya jerawat.

Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Madu
  • Siapkan madu alami (bukan madu produksi pabrik)
  • Oleskan pada jerawat menggunakan kapas
  • Diamkan sekitar 25-35 menit
  • Bersihkan wajah menggunakan air bersih sesudahnya
  • Lakukan rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal

#3 Menggunakan Buah Lemon

Salah satu buah yang mengandung Vitamin C yang sangat tinggi ialah lemon. Lemon sangat baik jika digunakan untuk mengobati jerawat, lemon dapat mengecilkan jerawat dengan cepat. Tetapi yang perlu diingat ialah pergunakan lemon yang masih segar dan cara ini mungkin tidak cocok untuk kulit yang sensitif.

Cara Menyembuhkan Jerawat Menggunakan Lemon
  • Sediakan 1-2 buah lemon segar
  • Peras lemon dan taruh airnya pada wadah
  • Basuhkan air lemon pada wajah yang berjerawat menggunakan kapas
  • Lakukan ini secara rutin saat malam menjelang tidur

#4 Menggunakan Bawang Putih

Bawang puti yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini merupakan antijamur, antiseptik, antioksidan dan antivirus yang sangat bermanfaat sekali untuk wajah berjerawat. Bawang putih juga mengandung sulfur yang dapat mempercepat proses penyembuhan jerawat.

Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Bawang Putih
  • Ambil bawang putih dan potong 1 siung bawang putih menjadi 2 bagian
  • Gosok-gosokkan bawang putih yang telah dipotong ke jerawat dan biarkan selama 5-10 menit
  • Cucilah wajah menggunakan air bersih
  • Lakukan ini secara rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal

#5 Menggunakan Buah Tomat

Tomat merupakan buah yang juga kaya dengan kandungan Vitamin A dan Vitamin C. Kandungan vitamin yang tinggi tersebut membuat buah tomat sangat baik untuk dijadikan obat alami untuk menghilangkan jerawat.

Cara Mengobati Jerawat Menggunakan Buah Tomat
  • Sediakan 1 buah tomat yang matang (kemerahan)
  • Potong buah tomat menjadi irisan tipis-tipis
  • Tutup area jerawat dengan irisan tomat tersebut
  • Diamkan sekitar 10-15 menit
  • Lakukan dengan rutin

#6 Menggunakan Buah Jeruk Nipis

Jeruk nipis umumnya dipakai oleh ibu rumah tangga untuk keperluam memasak dan mencuci piring-piring kotor. Selain itu jeruk nipis juga banyak sekali dijadikan sebagai obat karena banyak mengandung Vitamin C. Jeruk nipis bisa dijadikan obat untuk menghilangkan jerawat yang cukup efektif.

Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Jeruk Nipis
  • Sediakan 1 buah jeruk nipis
  • Peras airnya dan ambil sekitar 1-2 sendok makan
  • Campur dengan madu 1-2 sendok makan
  • Oleskan pada jerawat menggunakan kapas
  • Biarkan selama 10-20 menit
  • Bilas dengan air hangat hingga bersih
  • Lakukan dengan rutin hingga jerawat sembuh


Itulah beberapa cara yang bisa anda coba untuk menghilangkan jerawat pada wajah anda dengan efektif dan cepat. Mengobati saja tidak cukup berikut beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya jerawat pada wajah anda :
  1. Hindari memakai kosmetik yang berlebih dan berbahaya bagi kulit
  2. Jangan menyentuh wajah yang berjerawat
  3. Jangan memencet jerawat anda
  4. Bersihkan wajah dengan cuci muka minimal 2X sehari
  5. Seringlah Berolahraga
  6. Perbanyak meminum air putih
  7. Hindarkan pikiran dari stress

Demikianlah ulasan singkat kami seputar cara menghilangkan jerawat membandel secara alami dan efektif pada area wajah anda. Semoga dengan cara ini wajah anda bisa kembali berseri dan bebas dari jerawat. Memang dengan cara tersebut tidak akan menyembuhkan jerawat dengan instan namun butuh proses. Akan tetapi jika dilakukan dnegan rutin akan membuahkan hasil yang maksimal dan tentu saja tanpa efek samping yang membahayakan kulit wajah anda.

source :http://bebasjerawatan.blogspot.com/2015/08/cara-menghilangkan-jerawat-membandel.html#more

Jumat, 18 Maret 2016

Bahasa Indonesia 2 : Analisis Artikel




Paragraf 1 : Deduktif, karena  ide pokok pada kalimat tersebut terdapat diawal  kalimat dengan pola pengembangan yang digunakan yaitu dari umum – khusus.

Paragraf 2 : Deduktif , karena dari paragraph tersebut disebutkan wilayah Barat Kota Tangerang kemudian disebutkan secara khusus kecamatan mana saja.

Paragraf 3 : Induktif, karena ide pokok ada di awal paragraph berupa opini yang secara khusus disebutkat dari wali kota. Khusus – umum.

Paragraf 4 : Deduktif, karena pola pengembangan paragraph umum - khusus.

Paragraf 5 : Induktif, karena pada awal paragraf di kutip secara khusus opini dari pejabat bersangkutan dan pola pengembangan paragraph  khusus - umum.

Paragraf 6 : Induktif karena ide pokok paragraph ada di awal yang disebutkan secara khusus daerah mananya kemudian dijelaskan secara umum. Pola paragraph tersebut khusus – umum.

Paragraf 7 : Induktif, karena pola pengembangan paragraph bersifat khusus – umum.

Paragraf 8 : Induktif, karena pola pengembangan paragraph tersebut bersifat khusus - umum.

Paragraf 9 : Deduktif, karena pola pengembangan paragraph tersebut bersifat khusus – umum.

Cara menguji data yang digunakan pada artiket diatas adalah dengan melakukan observasi yaitu pengamatan secara langsung sehingga penulis artikel bias menggambarkan kondisi yang terjadi saat itu. Kemuadian didukung dengan otoritas yaitu menanyakn langsung pada ahlinya, dalam artiket tersebut adalah pejabat yang bersangkutan ; Walikota Tangerang, H. Arif R. Wismansyah dan Kabid Perencanaan Sarana dan Prasarana Bappeda Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono.

Kesimpulan dari artikel berita diatas adalah Implikasi yaitu disajikan berdasarkan fakta – fakta yang ada dilapangan.